SIDOARJO – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo bersama Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan menyelenggarakan kegiatan Training Need Analysis (TNA) dalam rangka penyusunan program pelatihan vokasi yang berfokus pada bidang green jobs dan future jobs, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Brantas BPVP Sidoarjo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, perwakilan dari Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan, perwakilan FKLPID Sidoarjo, perwakilan KADIN Jawa Timur, serta unsur DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja).
Melalui forum Focus Group Discussion (FGD), kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memetakan sektor dan okupasi pekerjaan ramah lingkungan (green jobs), sekaligus merumuskan desain pelatihan dan modul pembelajaran yang mampu menjembatani kesenjangan kompetensi (skill gap) di dunia industri saat ini.
Green Jobs Jadi Kebutuhan Industri Global
Dalam diskusi, disepakati bahwa green jobs bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata di tingkat global. Konsep ini tidak hanya menekankan pada praktik kerja yang ramah lingkungan, tetapi juga mencakup kesejahteraan pekerja, pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan, serta efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Ketua FKLPID Sidoarjo menyampaikan bahwa sertifikasi green company bagi perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor ekspor-impor, menjadi salah satu bentuk validasi penting dalam mendukung praktik industri berkelanjutan. Sementara itu, perwakilan KADIN Jawa Timur menambahkan bahwa wilayah Jawa Timur telah mulai mengembangkan program energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan yang membutuhkan dukungan tenaga kerja terampil.
Tantangan dan Solusi Pelatihan
Menjawab Tantangan Transformasi Industri.
Dunia industri saat ini tengah menghadapi tantangan besar, khususnya dalam transformasi teknologi. Salah satunya adalah peralihan dari sistem mesin hidrolik ke sistem elektrik yang menuntut peningkatan kompetensi baru di bidang kelistrikan.
Menjawab tantangan tersebut, BPVP Sidoarjo telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Optimalisasi program pelatihan eksisting, khususnya pada kejuruan Listrik, Elektronika, serta Bisnis dan Manajemen yang relevan dengan pengembangan green jobs
- Pengembangan program pelatihan baru, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Smart Warehouse berbasis integrasi Internet of Things (IoT) dengan manajemen bisnis
- Perumusan green soft skills, yaitu keterampilan non-teknis berbasis kesadaran lingkungan yang perlu dimiliki tenaga kerja masa depan
Kegiatan TNA ini juga melibatkan instruktur serta pegawai BPVP Sidoarjo sebagai bagian dari proses perumusan program yang komprehensif dan aplikatif.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan pemangku kepentingan terkait, diharapkan lulusan pelatihan vokasi BPVP Sidoarjo tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan industri hijau dan pekerjaan masa depan.





