Wednesday, 22 July 2026

Pelatihan Green Jobs BPVP Sidoarjo untuk SDM Masa Depan

Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo bersama Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan menggelar kegiatan Training Need Analysis (TNA) pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Brantas BPVP Sidoarjo ini bertujuan menyusun program pelatihan vokasi yang berfokus pada green jobs dan future jobs.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, perwakilan Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan, FKLPID Sidoarjo, KADIN Jawa Timur, serta perwakilan dunia usaha dan industri.

Melalui forum Focus Group Discussion (FGD), peserta berdiskusi untuk mengidentifikasi kebutuhan pekerjaan ramah lingkungan di masa depan. Selain itu, forum ini juga membahas rancangan pelatihan dan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Mengapa Pelatihan Green Jobs Penting bagi Industri?

Dalam diskusi tersebut, para peserta sepakat bahwa green jobs bukan hanya tren sesaat. Sebaliknya, konsep ini telah menjadi kebutuhan yang terus berkembang di berbagai negara.

Green jobs tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Namun, konsep ini juga mencakup kesejahteraan pekerja, penggunaan energi yang lebih efisien, serta upaya mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan industri.

Ketua FKLPID Sidoarjo menjelaskan bahwa sertifikasi green company menjadi salah satu bukti komitmen perusahaan terhadap praktik usaha yang berkelanjutan. Hal ini terutama penting bagi perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor.

Sementara itu, perwakilan KADIN Jawa Timur menyampaikan bahwa berbagai daerah di Jawa Timur mulai mengembangkan energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang tersebut juga terus meningkat.

Tantangan dan Solusi Pelatihan

Saat ini, dunia industri sedang mengalami perubahan yang cepat. Salah satu contohnya adalah peralihan dari mesin hidrolik ke sistem elektrik. Perubahan ini membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan baru, khususnya di bidang kelistrikan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BPVP Sidoarjo telah menyiapkan beberapa langkah. Di antaranya adalah:

  • Optimalisasi program pelatihan eksisting, khususnya pada kejuruan Listrik, Elektronika, serta Bisnis dan Manajemen yang relevan dengan pengembangan green jobs
  • Pengembangan program pelatihan baru, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Smart Warehouse berbasis integrasi Internet of Things (IoT) dengan manajemen bisnis
  • Perumusan green soft skills, yaitu keterampilan non-teknis berbasis kesadaran lingkungan yang perlu dimiliki tenaga kerja masa depan

 Selain itu, kegiatan TNA ini juga melibatkan instruktur dan pegawai BPVP Sidoarjo. Keterlibatan mereka diharapkan dapat menghasilkan program pelatihan yang lebih relevan dan mudah diterapkan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan, BPVP Sidoarjo berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan dunia kerja. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang semakin mengutamakan keberlanjutan.